Misteri Pesan Singkat (Cerpen)

Hai hai ^^

saya ada cerpen nih, tapi copas dari Rini Veronica (di majalah Girls)

Hanya saja, cast-nya saya ganti dengan anak IC >.<v>

Langsung aja yaa~

Hope you like it :)

Namanya Ify. Dia cewek yang wajahnya biasa – biasa saja, penampilannya juga sederhana, pendiam, dan nggak punya prestasi yang menonjol. Aku sama dia beda kelas, jadi jarang banget namanya kita ketemu. Tapi … ada 1 kesamaan di antara kita berdua, yaitu kita sama – sama selalu nunggu jemputan di tempat yang sama, jam yang sama, dan kebetulan mobil jemputan kita datangnya juga hampir bersamaan.

Seperti hari-hari sebelumnya, aku dan dia berdiri dengan jarak sekitar lima meter di teras khusus untuk menunggu jemputan.

Lima menit setelah menunggu, kita biasa akan saling menatap. Tapi biasanya hanya skilas dia menatapku, lalu akan berpaling lagi dan menunduk. Melihat tingkahnya begitu, biasanya aku akan memalingkan wajah dan tersenyum sendiri.

Juga seperti hari-hari sbelumnya,mobil jemputan kita datang hampir bersamaan.

Ify membuka pintu mobilnya, dan… sejenak dia menatapku. Aku pun jga menatap matanya. Dia menunduk, lalu masuk ke mobilnya.

Ketika mobilnya melewati mobilku yang sedang berhenti, dia menoleh sebentar kepadaku dengan malu-malu dan aku pun membalasnya dengan senyum. Begitu terus yang terjadi, nggak ada perkembangan yang berarti, kita nggak pernah kenalan atau ngobrol.

Dan hari ini, setelah lima menit menunggu dengan posisi berdiri sperti biasanya, aku merasa kehilangan cewek bersahaja itu. Sudah hampir lima belas menit berdiri, aku belum melihat dia. Di mana dia sekarang? Mataku terus mencari – mencari sosoknya, tapi aku tak menemukannya. Ah, kok aku jadi kangen, ya ?

“ini sudah hari ketiga !” gumamku penasaran, sambil menatap tempat kosong lima meter di sisi kananku.

“apakah dia sakit? Atau… dia pindah sekolah?” gumamku terus menerus.

Tiba-tiba aku sedih bercampur kesal. Kesal, karena nggak tau apa yang terjadi dengannya sampai dia nggak masuk sekolah. Sebenarnya, aku ingin bertanya ke teman sekelasnya, tapi gengsi rasanya.

******

Oh iya, sebenernya aku adalah cowok populer di sekolah. Banyak yang bilang aku ganteng. Badan tinggi tegap, dan langganan juara kalau main basket. Otakku juga lumayan brilian. Tak heran, kalau banyak teman cewek yang selalu ingin berteman akrab denganku.. hehe..

Hpku bergetar, sebuah pesan singkat masuk ke hpku,

“Rio masih menunggu jmputan? Ehm, pasti bosan ya menunggu jemputan sndiri ?”

“Nomor siapa nih ? Kok, tau aku masih menunggu jemputan ?” gumamku kemudian mulai mengetik balasannya.

“Iya nih, sepi banget nunggu sendirian tanpa Ify. Kamu siapa ?” balasku.

“Jadi, selama ini kamu tau, kalau namaku Ify ?” balasnya.

Ya ampun, ini Ify?!! Wah, berarti dia tau nomor hpku dong ! Kenapa bru sekarang sms aku, ya? Kenapa nggak dari tiga hari yang lalu, biar aku nggak khawatir kayak gini? Tapi… kenapa aku jadi seneng gini, ya? Wah, kalau dia tau perasaanku, bisa ge-er tuh cewek! Nggak usah dibalas lagi ah, smsnya!

Hari berikutnya, aku masih belum melihat Ify. Aku sengaja menunggu di tempat jemputan sampai hampir setengah jam. Ify tak kunjung datang juga. Hmm… berarti dia belum masuk sekolah. Tapi, ngapain, ya?

Hpku bergetar, buru-buru aku mengambilnya dan kulihat ada pesan singkat dari Ify,

“Masih menunggu sendirian? Tak ada yang menggantikan tempatku, ya? Minta saja sopirmu untuk datang tepat waktu.”

“Hai Ify! Sopirku nggak bisa tepat waktu, karena harus jemput adikku dulu. Eh, kenpa kmu nggak msuk skolah?” akhirnya kuberanikan diri bertanya kpadanya, meski sebetulnya dalam hati agak gengsi.

“Aku sakit. Aku sih, inginnya cepat sekolah dan kembali menikmati saat – saat indah menunggu jemputan.. karena saat itulah aku melihat tatapan matamu dan senyum manismu.” balas Ify.

Deg… jantungku berdebar. Ternyata dia paling senang saat menunggu jemputan karena melihat senyumanku. Hmm.. aku balas nggak ya? Kalau aku balas, nanti dia jadi ge-er. Tapi… bukankah aku juga suka sama dia? Apa..? Suka sama cewek yang nggak terkenal dan yang wajahnya biasa-biasa aja itu? Masa, sih…?

“Kamu sakit apa Ify, kok lama banget?” akhirnya kubulatkan tekad untuk membalas smsnya lagi.

“Aku nggak tau… sebenarnya aku ingin sekali bertemu denganmu.”

Tiba – tiba ada rasa sedih merayap di hatiku. Bahkan, teramat sedih, sampai – sampai aku nggak menyadari kalau mobilku sdah berhenti tepat di hadapanku. Sorenya, aku memberanikan diri bertanya tentang Ify ke teman sekelasnya. Ya ampun, ternyata Ify sedang dirawat di rumah sakit. Aku pun segera minta izin ke mama untuk prgi ke rumah sakit diantar pak supir.

Di rumah sakit, kulihat tubuh Ify terbaring di ruang ICU. Hidungnya dipasangi selang oksigen dan jarum infus menancap di tangannya. Kakiku gemetaran, perasaanku campur aduk tak karuan.

“Ify, aku sudah menjengukmu. Aku di sini fy…” bisikku dari luar jendela kaca sambil menatap tubuh lemahnya yang terbaring koma.

Dokter dan keluarga Ify akhirnya mengizinkan aku masuk ke ruangannya. Aku duduk di sisi ranjangnya. Aku tak bisa berkata apa pun. Aku hanya meneteskan air mata.

“Ify, aku sudah di sisimu…” bisikku sambil mengelus tangannya.

Ajaib, Ify menggerakkan tangannya dan sesaat kemudian dia membuka matanya.

“Kamu siapa?” tanyanya lemah.

Ify tidak mengenaliku?

“Aku Rio, Ify! Rio yang slalu menunggu jemputan bersamamu, yang selalu menatap dan tersenyum kepadamu.”

“Rio? Kamu benar-benar berada di sisiku?” suara Ify terdengar lirih.

Aku menggenggam tangannya penuh haru. Ify menangis… menangis bahagia karena kunjunganku itu.

Sejak kejadian itu, aku tak malu lagi untuk menunjukkan rasa sayangku kepadanya. Kini Ify sudah pulih kesehatannya dan kembali ke sekolah. Aku pun tak malu jika jalan bareng cewek yang sederhana itu.

Namun, sampai saat ini, aku masih penasaran dengan pesan singkat itu. Sebab, hp Ify hancur saat kecelakaan terjadi, dan dia koma sampai aku menjenguknya. Biarlah hal itu terus menjadi misteri di antara kita.

 

 

–THE END–

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s